Jumat, 08 Maret 2013

Nomenclatur dan Definisi Konstruksi Pesawat Terbang

Gambar dibawah ini menunjukkan sebuah pesawat terbang ringan dengan sejumlah bagian-bagiannya dan gambar dibawah memperlihatkan foto yang dilengkapi neme-neme tambahan guna menunjukkan bagian-bagian pesawat yang lebih modern dan lebih besar.

Definisi-definisi yang diberikan dibawah ini dimaksudkan sebagai referensi yang tepat bagi komponen-komponen pesawat terbang serta hubungan diantara komponen-komponen tersebut.

Pesawat terbang ringan dengan beberapa komponen


Pesawat terbang lebih modern dengan beberapa komponen

  1. Aileron adalah salah satu di alat control surface yang dapat digerakkan.
  2. Angel of Inciden adalah suatu sudut yang terletak diantara tali penghubung air foil dan poros batang pesawat.
  3. Angle of Stabilizer setting adalah sudut pengimbang untuk pengimbang vertikal maupun horizontal.
  4. Angle of Sweep adalah sudut penyapu atau suatu sudut yang terletak diantara garis referensi yang terdapat didalam air foil.
  5. Balance Control Surface adalah kontrol keseimbangan permukaan.
  6. Balance Tab adalah suatu tab untuk keseimbangan permukaan.
  7. Boom adalah sebuah tabung biasanya terdapat pada helicopter sebagai penyangga tail rotor.
  8. Bulkhead adalah suatu struktur vertikal untuk memindahkan struktur beban pada fuselage.
  9. Canard adalah Konfigurasi dari aircraft yang terdapat di depan wing.
  10. Cantilever adalah pengangkat atau bagian penyangga.
  11. Cordline adalah bagian tengah atau garis pusat dari sayap
  12. Cockpit adalah daerah tempat pilot
  13. Control Cable adalah Kabel yang menghubungkan control lever dengan control surface
  14. Control stick adalah tongkat untuk menggerakkan control surface
  15. Control surface adalah pengontrol keseimbangan, ketinggian atau arah dari pesawat pada saat terbang
  16. Dihedral angle adalah sudut antara sumbu wing dari pesawat
  17. Drag strut adalah untuk menahan drag atau gaya anti drag
  18. Elevator adalah membantu gerakkan air foil yang dirancang untuk mengontrol ketinggian dan angle of attack dari wing
  19. Elevons control surface adalah yang melayani fungsi dari elevator dan aileron
  20. Fairing adalah sebuah part yang mempunyai streamline yang halus (anti turbulensi)
  21. Fin adalah vertikal stabilizer
  22. Fire wall adalah dinding penahan api dari engine compartment
  23. Flap adalah terletak pada trailing edge dari wing untuk menambah gaya angkat
  24. Frame adalah struktur vertikal penyangga stringer dan skin dari kayu atau metal untuk membentuk fuselage
  25. Fuselage adalah bagian utama atau pusat struktur terberat dari pesawat terbang
  26. Horizontal Stabilizer adalah untuk mempertahankan stabilitas dari pesawat terbang.
  27. Horn adalah dongkrak pendek dipasang untuk control surface
  28. Inspection door adalah pintu kecil khusus untuk pemeriksaan bagian dalam dari pesawat terbang
  29. Juri strut adalah pembantu penyangga pada strut utama
  30. Landing gear adalah struktur bawah dari air craft untuk mendukung berat dari pesawat, bisa juga dikatakan a lighting gear atau undercarriage
  31. Leading edge adalah bagian depan dari air foil
  32. Longeron adalah bagian dari rangka pesawat terbang
  33. Main rotor adalah terdapat pada helicopter digunakan untuk membangkitkan gaya angkat
  34. Nose wheel adalah roda yang dipasang dibagian kepala untuk menyangga berat kedepan
  35. Plating adalah kulit dari metal biasa berbentuk tirus untuk menutup wing dan part lainnya
  36. Rudder pedal adalah pedal yang terdapat pada cockpit untuk mengoperasikan ruder
  37. Rudder adalah untuk mengontrol pesawat terbang apabila yawing
  38. Shock absorber adalah bagian yang dibuat untuk mengurangi beban kejut selama landing dan take off
  39. Skid adalah type dari landing gear dibuat dari pipa, biasanya dipasang pada helicopter
  40. Slat adalah sebuah air foil pembantu, dipasang pada leading edge, untuk merubah aliran udara pada angle of attack.
  41. Slot adalah untuk mengarahkan aliran udara yang melewati permukaan.
  42. Span adalah jarak maksimum yang diukur sejajar ke lateral axis, dari ujung ke ujung permukaan wing atau stabilizer
  43. Spar adalah struktur utama bagian dari wing, stabilizer, rotor, atau permukaan aerodinamic lainnya
  44. Spinner adalah fairing yang berbentuk parabola dipasang pada propeller
  45. Spoiler adalah dipasang diujung permukaan air foil, untuk mengurangi rolling
  46. Stabilator adalah kontrol permukaan horizontal untuk melayani stabilizer dan elevator
  47. Stabilizer adalah sebuah pengatur untuk meningkatkan stabilitas pesawat terbang
  48. Stringer adalah Struktur memanjang dari rangka pesawat, terletak antara rangka dan tulang-tulang untuk kekuatan pada kulit pesawat
  49. Strut adalah sebuah kail pendukung yang menahan tekanan dari beban seperti antara wing dan fuselage
  50. Tail rotor adalah rotor kecil yang dipasang pada poros di tail helicopter untuk mengimbangi beban puntir dari rotor utama
  51. Tail wheel adalah roda yang dipasang pada bagian ekor, untuk mendukung bagian ekor dari tanah
  52. Trailing edge adalah bagian belakang dari air foil
  53. Trim tab adalah sebuah tab yang berdempet pada trailing edge air foil dipakai untuk membantu pengoperasian control surface
  54. Wing Rib adalah bagian sumbu dari wing, yang digunakan untuk membentuk wing dan memindahkan beban dari tutup permukaan ke spar.
  55. Wing Spar adalah bagian utama untuk menjangkau pengerasan bagian struktur dari sayap
  56. Wing Tip adalah bagian ujung sebelah luar dari wing
http://dian-purna.blogspot.com/2011/08/nomenclatur-dan-definisi-konstruksi.html

Propulsi pesawat angkasa



Propulsi pesawat angkasa digunakan untuk mengubah kecepatan pesawat angkasa dan satelit buatan, atau singkatnya, untuk menyediakan delta-v. Ada beberapa metode. Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri, dan propulsi pesawat angkasa adalah bidang riset yang aktif. Banyak pesawat angkasa sekarang ini didorong oleh pemanasan reaksi massa dan mebuatnya mengalir dari belakang kendaraan. Mesin semacam ini disebut mesin roket.
Pesawat angkasa sekarang ini seluruhnya menggunakan mesin roket kimiawi (roket bipropellant) atau roket padat untuk peluncuran, meskipun beberapa (seperti roket Pegasus dan SpaceShipOne) telah menggunakan mesin penghisap-udara dalam roket multi-tingkatannya. Banyak satelit memiliki roket sederhana tepercaya (seringkali roket monopropellant) atau roket resistojet untuk menjaga stasiunnya, meskipun beberapa menggunakan roda momentum untuk pengontrol ketinggian. Pesawat geo-orbit baru mulai menggunakan pendorong listrik untuk penjagaan stasiun utara-selatan. Kendaraan antar planet kebanyakan menggunakan roket kimiawi dan juga, beberapa menggunakan pendorong ion dengan beberapa kesuksesan (sejenis pendorong listrik).

http://id.wikipedia.org/wiki/Propulsi_pesawat_angkasa

Macam Macam Mesin Jet

Mesin Turbofan

Diagram Mesin Turbofan
Mesin Turbofan adalah mesin yang umum dari turunan mesin-mesin turbin gas untuk menggerakkan pesawat terbang baik komersial maupun pesawat tempur. Mesin ini sebenarnya adalah sebuah mesin by-pass dimana sebagian dari udara dipadatkan dan disalurkan ke ruang pembakaran, sementara sisanya dengan kepadatan rendah disalurkan sekeliling bagian luar ruang pembakaran. Sekaligus udara tersebut berfungsi untuk mendinginkan suhu ruang pembakaran.
Udara yang di by-pass ini ada yang dicampur dengan udara panas pembakaran pada turbin bagian belakang seperti pada mesin Rolls-Royce Spey yang digunakan pada pesawat Fokker F-28. Ada pula yang disalurkan dengan pipa-pipa halus ke atmosfer. Mesin yang menggunakan type ini contohnya adalah mesin RB211 yang digunakan pada pesawat Boeing B 747 dan GE CF6-80C2 yang digunakan pada pesawat DC-10 serta P &W JT 9D.
Beberapa mesin yang menggunakan jenis mesin turbofan adalah Rolls-Royce Tay pada pesawat Fokker F-100 (yang dijuluki mesin fanjet), mesin Adour Mk871 yang digunakan pada pesawat tempur type Hawk Mk 100 dan Hawk Mk 200, pesawat tempur Jaguar dan Mitsubishi F-1 yang digunakan AU Jepang.
Kemudian mesin high by-pass turbofan yang diterapkan pada mesin CFM56-5C2 yang dipakai oleh pesawat Airbus A340 dan mesin CFM56-3 yang dipakai pada Boeing B-737 serie 300, 400 dan 500 yang merupakan produk bersama antara GE dengan SNECMA dari Perancis.
Pada pesawat militer, mesin turbofan yang diterapkan antara lain adalah mesin TF39-1C yang dipakai pada pesawat angkut raksasa C-5 Galaxy, kemudian GE F110 yang dipakai pada F-16, GE F118 yang bertype non-augmented turbofan yang diterapkan pada pesawat pembom stealth Northrop-Grumman B-2 dan pembom B-1 dengan mesin non augmented turbofan GE F101.

Mesin Turboprop

Diagram Mesin Turboprop
Mesin Turboprop adalah mesin turbojet dengan turbin tambahan yang dirancang sedemikian rupa untuk menyerap semburan sisa bahan bakar yang sebelumnya menggerakkan kompresor. Pada prakteknya selalu ada sisa semburan gas dan sisa inilah yang dipakai untuk mengerakkan turbin yang dihubungkan ke reduction gear, biasanya terletak di bagian mesin, memutar baling-baling.
Jenis mesin ini irit bahan bakar untuk pesawat berkecepatan rendah/sedang dan terbang rendah (400 mil per jam/30.000 kaki). Melalui teknologi maju, selain irit juga menghasilkan tingkat kebisingan yang rendah dan mampu meluncurkan pesawat degnan kecepatan 400 mil per jam.
Contoh mesin turboprop yang populer adalah mesin Rolls-Royce Dart yang dipakai pada pesawat Britih Aerospace atau BAe (dulu Hawker Siddeley) HS-748 dan Fokker F-27. Kemudian mesin Rolls-Royce Tyne yang digunakan pada pesawat jenis Transall C-160 dan BAe Vanguard.
Mesin jenis ini tenaganya diukur dengan total equivalent horsepower (tehp) atau kilowatt(kW)-shaft horsepower (shp) plus sisa daya dorong. Sebagai contoh, mesin Tyne dengan take-off power 4.985 tehp (3.720 kW) sampai 6.100 tehp (4.550 kW) merupakan mesin turpboprop yang paling kuat dan irit bahan bakar.

Mesin Turboshaft

Diagram Mesin Turboshaft, mesin ini umumnya digunakan untuk menggerakkan helikopter
Mesin Turboshaft sebenarnya adalah mesin turboprop tanpa baling-baling. Power turbin-nya dihubungkan langsung dengan reduction gearbox atau ke sebuah shaft (sumbu) sehingga tenaganya diukur dalam shaft horsepower (shp) atau kilowatt (kW).
Jenis mesin ini umumnya digunakan untuk menggerakkan helikopter, yakni menggerakan rotor utama maupun rotor ekor (tail rotor) selain itu juga digunakan dalam sektor industri dan maritim termask untuk pembangkit listrik, stasiun pompa gas dan minyak, hovercraft, dan kapal.
Contoh mesin ini adalah GEM/RR 1004 bertenaga 900 shp yang diterapkan pada helikopter type Lynx dan mesin Gnome 1.660 shp (1.238 kW) pada helikopter Sea King. Sedangkan versi Industri lain adalah mesin pembangkit listrik 25-30 MW Rolls-Royce RB211 dengan 35.000-40.000 shp.
Contoh lain adalah mesin GE T64 yang dipakai pada helikopter Sikorsy CH-53, pesawat amfibi Shin Meiwa PS-1, G-222 Aeritalia-pesaing CN-235 dan helikopter Lockheed AH-56A.

http://id.wikipedia.org/wiki/Enjin_jet

Sejarah pengembangan mesin jet

Mesin jet sebenarnya diawali ketika seorang insinyur Perancis, Rene Lorin pertama kali mengajukan paten bagi mesin propulsi jetnya pada tahun 1913. Mesin yang dipatenkan adalah mesin athodyd (aero-thermodynamic-duct) yang tidak memiliki bagian berputar atau lebih populer dengan sebutan mesin pulse jet. Mesin tipe inilah yang kemudian dikembang dan dijadikan mesin tenaga utama pendorong bom terbang Jerman, V-1 yang dipakai untuk mengebom Inggris.
Sayangnya konsep mesin Lorin kurang cocok bagi pesawat berpropulsi jet karena tidak efisien dalam kecepatan rendah. Selanjutnya, seorang perwira Angkatan Udara Kerajaan Inggris (Royal Air Force/RAF), Frank Whittle kemudian seorang mahasiswa aerodinamika Universitas Gottingen, Hans von Ohain (Jerman) serta insinyur Italia, Secondo Campini mengembangkan mesin jet yang kemudian prinsip dan konsepnya dikenal pada masa-masa sekarang yakni menggunakan komponen-komponen berputar seperti kompresor dan turbin. Frank Whittle mengajukan paten pada tahun 1930 namun awalnya kurang mendapat perhatian dari Kementerian Udara Inggris. Akibatnya, penemuan Whittle tidak menjadi rahasia militer dan detaik konsep mesin jetnya bocor serta dimuat di berbagai jurnal ilmiah dan teknologi 1,5 tahun kemudian. Namun atas jasa mantan rekannya di RAFserta pembiayaan untuk pengembangan dari O.T. Falk & Partners Ltd. maka Whittle membentuk perusahaan Power Jets yang akhirnya berhasil mengembangkan mesin jet dan mendapat kontrak di Angkatan Udara Inggris. Mesinnya berupa type W-1X yang kemudian ditahun 1942 diminta lisensinya oleh Amerika Serikat.
Mesin type W-1X inilah diujicoba pertama kali pada bulan Desember 1940 kemudian dimodifikasi dan dinyatakan layak untuk digunakan sebagai tenaga dalam pesawat udara. Pesawat bermesin jet Inggris pertama kali diterbangkan oleh pilot uji Gerry Sayer pada tanggal 15 Mei 1941 dengan pesawat Gloster E.28/39.
Secondo Campini dari Italia membuat mesin jet pada tahun 1933 dan bergabung dengan perancang pesawat Giavasi Caproni membuat pesawat CC-2 bermesin jet yang terbang perdana pada tanggal 27 Agustus 1940. Media massa Italia mencatatnya sebagai pesawat terbang jet pertama di dunia.
Hans von Ohain mendaftarkan paten rancangan mesin jetnya pada tahun 1935. Meski kemudian mesinnya dianggap serupa dengan konsep Whittle, namun terdapat banyak detail perbedaan dalam mesin rancangannya. Kemudian salah seorang profesornya yang kenal Ernst Heinkel, pemilik perusahaan industri pesawat Heinkel meminta agar Hans von Ohain dilibatkan dalam proyek membuat mesin pesawat. Pada bulan Maret 1937, sebuah mesin berdaya dorong 550 pon berhasil dibuatnya, kemudian mesin berdaya dorong 1.980 pon yang kemudian dianggap kurang berhasil serta mesin berdaya dorong 1.100 pon yang penuh modifikasi yang kemudian dibuat untuk pesawat Heinkel He. 178 yakni mesin turbojet HeS-3b.
Di Asia, Jepang mulai melirik mesin jet untuk kepentingan penerbangan terutama militernya pada tahun 1937 saat Jepang membeli mesin Brown-Boveri yang dilengkapi turbocharger dari Swiss. Dari dasar inilah, tidak mengeherankan setelah mendapatkan dari sekutunya, Jerman berupa rancangan pesawat tempur Messerschmicht Me-262, Jepang mengembangkan mesin jet Ne-20 untuk mentenagai pesawat jet tempur pertamanya Kikka, yang mirip dengan jet tempur Jerman tersebut.
Sementara Rusia/Uni Soviet disebut-sebut mendapatkan teknologi mesin jet setelah pesawat tempur jet Jerman jatuh ketangannya, serta bantuan dari Inggris berupa mesin jet Rolls-Royce Nene. Mesin inilah yang dikembangkan Uni Soviet yang kemudian digunakan dalam pesawat tempur jet MiG-15 Fagot yang dipakai dalam Perang Korea yang berkemampuan cukup mematikan.
Amerika Serikat mendapatkan paten/lisensi mesin jet dari Inggris rancangan Frank Whittle, W-1X. Hal ini tidak terlepas dari peran Mayor Jenderal H.H. Arnold, Deputy Chief-of-Staff for Air yang dikemudian memegang pimpinan US Army Air Forces dalam Perang Dunia II, juga dikenal sebagai Bapak dari United States Air Force (USAF) yang saat itu diundang oleh Kementrian Udara Inggris dalam penerbangan perdana pesawat mesin jet-nya. Jendral Arnold kemudian mendesak pemerintah segera mempercepat Amerika Serikat untuk memasuka abad jet, tanpa ragu kemudian ia menunjuk pabrik General Elecric (GE) untuk melakukan riset teknologinya, mengingat GE dalam riset teknologi turbin dan pengalaman pada 1917-1941 dengan turbo-supercharger.

http://id.wikipedia.org/wiki/Enjin_jet

Enjin Jet



Enjin jet atau secara praktis sering disebut mesin jet adalah sebuah jenis mesin pembakaran dalam menghirup udara yang sering digunakan dalam pesawat. Prinsip seluruh mesin jet pada dasarnya sama; mereka mempercepat massa (udara dan hasil pembakaran) ke satu arah dan dari hukum gerak Newton ketiga mesin akan mengalami dorongan ke arah yang berlawanan. Yang termasuk mesin jet antara lain turbojet, turbofan, rocket, ramjet, dan pump-jet.
Mesin ini menghirup udara dari depan dan mengkompresinya. Udara digabungkan dengan bahan bakar, dan dibakar. Pembakaran menambah banyak peningkatan energi dari gas yang kemudian dibuang ke belakang mesin. Proses ini mirip dengan siklus empat-gerak, dengan induksi, kompresi, penyalaan, dan pembuangan terjadi secara berkelanjutan. Mesin menghasilkan dorongan karena percepatan udara yang melaluinya; gaya yang sama dan berlawanan yang dihasilkan adalah dorongan bagi mesin.
Mesin jet mengambil massa udara yang relatif sedikit dan mempercepatnya dengan jumlah yang besar, di mana sebuah pendorong mengambil massa udara secara besar dan mempercepatnya dalam jumlah kecil. Pembuangan kecepatan tinggi dari mesin jet membuatnya efisien pada kecepatan tinggi (terutama kecepatan supersonik) dan ketinggian tinggi. Pada pesawat pelan dan yang membutuhkan jarak terbang pendek, pendorong yang menggunakan turbin gas, yang umumnya dikenal sebagai turboprop, lebih umum dan lebih efisien. Pesawat sangat kecil biasanya menggunakan mesin piston untuk menjalankan pendorong tetap turboprop kecil semakin lama semakin kecil dengan berkembangnya teknologi teknik.
Efisiensi pembakaran sebuah mesin jet, seperti mesin pembakaran dalam lainnya, dipengaruhi besar oleh rasio volume udara yang dikompresi dengan volume pembuangan. Dalam mesin turbin kompresi udara dan bentuk "duct" yang melewati ruang pembakaran mencegah aliran balik dari situ dan membuat pembakaran berkelanjutan dimungkinkan dan proses pendorongan.
Mesin turbojet modern modular dalam konsep dan rancangan. Inti penghasilan-tenaga utama, sama dalam seluruh mesin jet, disebut sebagai generator gas. Dan juga modul tambahan lainnya seperti gearset pengurang dorongan (turboprop/turboshaft), kipas lewat, dan "afterburner". Jenis alat tambahan dipasang berdasarkan penggunaan pesawat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Enjin_jet

Helikopter

Pengertian Helikopter

Helikopter adalah sebuah pesawat yang mengangkat dan terdorong oleh satu atau lebih rotor (propeller) horizontal besar. Helikopter diklasifikasikan sebagai pesawat sayap-berputar untuk membedakannya dari pesawat sayap-tetap biasa lainnya. Kata helikopter berasal dari bahasa Yunani helix (spiral) dan pteron (sayap). Helikopter yang dijalankan oleh mesin diciptakan oleh penemu Slovakia Jan Bahyl.

Dibandingkan dengan pesawat sayap-tetap lainnya, helikopter lebih komplex dan lebih mahal untuk dibeli dan dioperasikan, lumayan lambat, memiliki jarak jelajah dekat dan muatan yang terbatas. Sedangkan keuntungannya adalah gerakannya; helikopter mampu terbang di tempat, mundur, dan lepas landas dan mendarat secara vertikal. Terbatas dalam fasilitas penambahan bahan bakar dan beban/ketinggian, helikopter dapat terbang ke lokasi mana pun, dan darat di mana pun dengan lapangan sebesar rotor dan setengah diameter. Landasan helikopter disebut helipad.

Kategori Pesawat Terbang

Kategori pesawat tempur dapat dipandang dari berbagai segi:
  • Fungsi pesawat tempur

  • Bobot pesawat tempur (bobot maksimum, atau bobot persenjataan, atau bobot/kapasitas angkut)

  • Jenis propulsi, kecepatan, dan metode terbang

  • Era disain dan produksi pesawat tempur

  • Pengendali / pilot
Kategorisasi tentunya hanya bermanfaat jika paradigma yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.
1344957396349053645
Kategori Pesawat Militer Rusia vs China

Kategori Menurut Negara Besar

Kategori utama umumnya melekat pada nama pesawat. AS, misalnya, menamai pesawat berdasarkan fungsi dari pesawat tempur. Rusia, sebaliknya menamai pesawat berdasarkan pabrik produsen pesawat tersebut. China, seperti halnya AS, melakukan penamaan menurut fungsi pesawat namun lebih sederhana.
Kebingungan atas kategori pesawat sangat jelas dirasakan akibat dari kemajuan teknologi yang begitu cepat.
Ambil contoh AS:
- Sulit membedakan antara ground attack dengan bomber
Salah satu contoh adalah F-111 Advark, yang didepannya menggunakan huruf F, namun ternyata pesawat ini berasal dari masa dimana kategori A belum ada / baru dimulai dengan A-10.
13449577031781989700
Kategori Pesawat Militer AS

Kategori sistem propulsi dan mekanisme angkat

Pesawat Militer dapat pula dikategorikan menurut sistem propulsi dan mekanisme angkatnya. Mekanisme angkat disini mengenai bagaimana ia bisa mengudara, sedangkan sistem propulsi adalah penggerak dari pesawat tersebut.
1344958250633894707
Kategori Propulsi
Fixed wing adalah pesawat bersayap tetap termasuk yang bisa dilipat. Fixed Wing Propulsi Jet digerakkan oleh mesin jet, sedangkan Fixed Wing Propulsi Propeler digerakkan oleh propeler. Disini terlepas dari apakah propeller tersebut digerakkan oleh mesin jet atau bukan. Turboprop, misalnya, adalah pesawat yang digerakkan oleh propeller, karena itu dikategorikan propulsi propeler, sekalipun turboprop sendiri adalah mesin jet.
Sistem rotor digunakan oleh helikopter, dan sejenisnya, yang diangkat oleh rotor.
Airship adalah kategori untuk mekanisme angkat balon terbang, yang bisa menggunakan berbagai jenis propulsi.
Pengkategorian ini menggolongkan menurut bentuk dari pesawat-pesawat tersebut. Dalam konteks tulisan umum, tentunya pemaknaan teknologi kurang perlu dibanding dengan penampilan pesawat, sehingga pengkategorian berdasarkan spesifikasi teknis yang mendalam tidak terlalu dibutuhkan.

http://hankam.kompasiana.com/2012/08/14/kategorisasi-pesawat-tempur-486160.html